Gara2nya mau masang freemind. Karena butuh sun-java, maka mesti masang openjdk-6-jre. Karena di Lucid require tzdata/2010m-0ubuntu0.10.04, maka download dulu paket tersebut di
https://launchpad.net/ubuntu/+source/tzdata/2010m-0ubuntu0.10.04/+buildjob/1995244
Lalu, simpen di /var/cache/apt/archives/
Kalu enggak, ya langsung install saja agar menimpah paket defaultnya.
Mungkin developernya perlu diberi tahu bahwa dependensi paketnya ada yang mogok?
Ok, deh. Aku juga register di launchpad ...
Tuesday, 29 March 2011
Saturday, 19 March 2011
plone collective.geo.contentlocations
- edit buildout.cfg
- run buildout
- got this error: "No such file or directory: '/home/enviromatics/Plone/zinstance/parts/instance/etc/zope.conf'"
- means zope.conf has been deleted due to unclean product install (http://plone.293351.n2.nabble.com/Restart-Zope-td5151549.html); well the product got lots of dependency.
- warning: no files found matching '*.mo' under directory 'collective'
- warning: no files found matching '*.js' under directory 'collective'
- warning: no files found matching '*.mo' under directory 'collective'
- the rest seems rooted on them
- clean collectives from buildout.cfg, rerun buildout to get the site back
- start with the errors now ... ::debugging mode on::
Labels:
Linux server,
Opensource CMS,
Scientific software
Friday, 4 February 2011
g3data - extract data from graph

1. Point to x0, x1
2. Put value on x0 and x1
3. do the same on y axis
4. Point of n1..nn values
5. export data in dat
6. import dat file using spreadsheet, customize the position
create new graph/trend.
Labels:
Scientific software
Tuesday, 21 December 2010
Linux Audio Editing
Debian: Sweep, ReZound, Audacity.
Ini hasil googling:
Labels:
Linux desktop,
Linux multimedia
Monday, 20 December 2010
Open Office fonts
Salaam,
Kalau ada yang nanya "kok Oo saya ga da arialnya?"
Saya biasa jawab dengan
$ sudo apt-get install msttcorefonts
saya kira, pendekatan ini salah besar!
yang betul, pake cara pin-pin-bo. Bikin folder .fonts (jangan lupa titik
didepan) di /home/user
$ mkdir ~/.fonts
lalu download font yang diperlukan dari fonts101.com, taruh di folder
tersebut. Gampangnya:
$ cp franklingothic-regular.ttf ~/.fonts/
Lalu tutup openoffice (kalau terbuka) dan buka lagi, alias restart openoffice.
Selamat mencoba!
Labels:
Linux desktop,
Openoffice
Friday, 22 October 2010
short review: kbibtex enak!
Saya search artikel buat nulis tentang one-dimensional modeling untuk banjirjakarta di search.ebscohost.com.
Tanpa babibu di web ebscohost yang lumayan lemot, saya save aja hasil
pencariannya ke format bibtex. Hasilnya dibuka di kbibtex, baru diverifikasi
mana yang perlu dan download fulltextnya.
Ebscohost memang sudah mengandung folder saya pribadi, tapi karena aksesnya
aras2en ya ... lebih mantep dibrowse dengan kbibtex.
Selamat mencoba!
Labels:
Linux desktop,
Scientific software
Friday, 1 October 2010
Menyiasati internet lambat dengan proxy
Kalau internet lambat (seperti halnya CDMA di rumah yang nggak sekenceng dikantor), ada beberapa yang bisa dicoba:
1. Nyari yang punya server proxy dan mengijinkan IP tunnel. Dulu dikasih tahu Harry Sufehmi (google "internet 100 x lebih cepat") punya server kayak gini. Prosesnya, koneksi internet diarahkan melalui server dia setelah ssh ke server ybs.
Tak pikir yen jardiknas lancar tur isa diremote saka ngomah merga duwe user+pass+remote server, isa melu nunut. Ning abah arifin komentar jare sengaja diatur karo telkom. ya padha bae.
2. Dengan logika yang sama, mestinya bisa buka webnya di penyedia proxy di luar (google "free proxy"). Selama koneksi kita ke dia kenceng, maka yang akses website dia, dan kita hanya menerima htmlnya. Mestinya sedikit tertolong. Biasanya free proxy digunakan untuk mengakses website yang diblok. Jadi mungkin ini bukan solusi yang tepat guna.
3. Barusan nemu toonel. Kompresinya dikerjakan di client, terus client juga mbikin proxy sendiri. Setelah toonel dipanggil dengan
$ java -jar toonel.jar
Tinggal firefox (edit preference advance network connection settings manual_proxy_configuration) diseting untuk melalui proxy 127.0.0.1:8080.
Lalu refresh. Mudah2an jadi lebih cepat, karena semua perintah yang dikirim dan output yang diterima dikompress dulu baru ditampilkan di web browser.
Cara lain adalah dengan menggunakan browser yang hanya peduli terhadap teks sebagai informasi utama.
1. Nyari yang punya server proxy dan mengijinkan IP tunnel. Dulu dikasih tahu Harry Sufehmi (google "internet 100 x lebih cepat") punya server kayak gini. Prosesnya, koneksi internet diarahkan melalui server dia setelah ssh ke server ybs.
Tak pikir yen jardiknas lancar tur isa diremote saka ngomah merga duwe user+pass+remote server, isa melu nunut. Ning abah arifin komentar jare sengaja diatur karo telkom. ya padha bae.
2. Dengan logika yang sama, mestinya bisa buka webnya di penyedia proxy di luar (google "free proxy"). Selama koneksi kita ke dia kenceng, maka yang akses website dia, dan kita hanya menerima htmlnya. Mestinya sedikit tertolong. Biasanya free proxy digunakan untuk mengakses website yang diblok. Jadi mungkin ini bukan solusi yang tepat guna.
3. Barusan nemu toonel. Kompresinya dikerjakan di client, terus client juga mbikin proxy sendiri. Setelah toonel dipanggil dengan
$ java -jar toonel.jar
Tinggal firefox (edit preference advance network connection settings manual_proxy_configuration) diseting untuk melalui proxy 127.0.0.1:8080.
Lalu refresh. Mudah2an jadi lebih cepat, karena semua perintah yang dikirim dan output yang diterima dikompress dulu baru ditampilkan di web browser.
Cara lain adalah dengan menggunakan browser yang hanya peduli terhadap teks sebagai informasi utama.
Labels:
Linux desktop,
Linux server
Subscribe to:
Posts (Atom)