Friday, 22 October 2010

short review: kbibtex enak!

Saya search artikel buat nulis tentang one-dimensional modeling untuk banjir
jakarta di search.ebscohost.com.

Tanpa babibu di web ebscohost yang lumayan lemot, saya save aja hasil
pencariannya ke format bibtex. Hasilnya dibuka di kbibtex, baru diverifikasi
mana yang perlu dan download fulltextnya.

Ebscohost memang sudah mengandung folder saya pribadi, tapi karena aksesnya
aras2en ya ... lebih mantep dibrowse dengan kbibtex.

Selamat mencoba!

Friday, 1 October 2010

Menyiasati internet lambat dengan proxy

Kalau internet lambat (seperti halnya CDMA di rumah yang nggak sekenceng dikantor), ada beberapa yang bisa dicoba:

1. Nyari yang punya server proxy dan mengijinkan IP tunnel. Dulu dikasih tahu Harry Sufehmi (google "internet 100 x lebih cepat") punya server kayak gini. Prosesnya, koneksi internet diarahkan melalui server dia setelah ssh ke server ybs.
Tak pikir yen jardiknas lancar tur isa diremote saka ngomah merga duwe user+pass+remote server, isa melu nunut. Ning abah arifin komentar jare sengaja diatur karo telkom. ya padha bae.

2. Dengan logika yang sama, mestinya bisa buka webnya di penyedia proxy di luar (google "free proxy"). Selama koneksi kita ke dia kenceng, maka yang akses website dia, dan kita hanya menerima htmlnya. Mestinya sedikit tertolong. Biasanya free proxy digunakan untuk mengakses website yang diblok. Jadi mungkin ini bukan solusi yang tepat guna.

3. Barusan nemu toonel. Kompresinya dikerjakan di client, terus client juga mbikin proxy sendiri. Setelah toonel dipanggil dengan
$ java -jar toonel.jar
Tinggal firefox (edit preference advance network connection settings manual_proxy_configuration) diseting untuk melalui proxy 127.0.0.1:8080.
Lalu refresh. Mudah2an jadi lebih cepat, karena semua perintah yang dikirim dan output yang diterima dikompress dulu baru ditampilkan di web browser.

Cara lain adalah dengan menggunakan browser yang hanya peduli terhadap teks sebagai informasi utama.

Wednesday, 15 September 2010

HP Laserjet P1005

Berbeda dengan pengalaman HP Laserjet 1006, instalasi printer HP Laserjet P1005 di Ubuntu Lucid Lynx 10.04, cukup menggunakan perintah:
$ sudo hp-setup
dan koneksi internet.

Diskusi lengkapnya ada di milis Ubuntu.

Wednesday, 25 August 2010

Review Modem CDMA vs HSDPA

Kemaren, waktu presentasi ada yang lucu di kantor Trubus.

Waktu itu, mencoba koneksi dengan kabel. Koneksi sih gampang, tapi karena lambat, ganti menggunakan modem HSDPA Huawei dengan layanan Indosat. Saya langsung buka beberapa tab. Karena lama belum kebuka, dikomentarin “kebanyakan bukanya, mas. Mestinya 2 tab saja”. Ok, saya ngikut. Ternyata nggak kebuka-buka juga. Akhirnya saya copot, ganti modem CDMA 1x dari merek yang sama. Ternyata dengan koneksi Flexi lebih bagus dan segera membuka beberapa tab dan saya tambah terus. Memang, kalau siang agak lemot. Malam juga downloadnya paling kenceng 30-an kbps. Seringnya dibawah 10 kbps.

Namanya Pleki (nama generic guk-guk dalam bahasa jawa), larinya lebih kenceng (atau stabil?) ketimbang HSDPA. Kok bisa, ya? Mungkin jalur Pleki dinaikin sedikit penumpang, sedang yang 3.5 G penumpangnya berjubel, bergelayutan kayak metromini …

---

dikopi-paste dari/untuk link lengkap silahkan mampir ke Review Modem CDMA vs HSDPA

Review Modem CDMA vs HSDPA

Kemaren, waktu presentasi ada yang lucu di kantor Trubus.

Waktu itu, mencoba koneksi dengan kabel. Koneksi sih gampang, tapi karena lambat, ganti menggunakan modem HSDPA Huawei dengan layanan Indosat. Saya langsung buka beberapa tab. Karena lama belum kebuka, dikomentarin "kebanyakan bukanya, mas. Mestinya 2 tab saja". Ok, saya ngikut. Ternyata nggak kebuka-buka juga. Akhirnya saya copot, ganti modem CDMA 1x dari merek yang sama. Ternyata dengan koneksi Flexi lebih bagus dan segera membuka beberapa tab dan saya tambah terus. Memang, kalau siang agak lemot. Malam juga downloadnya paling kenceng 30-an kbps. Seringnya dibawah 10 kbps.

Namanya Pleki (nama generic guk-guk dalam bahasa jawa), larinya lebih kenceng (atau stabil?) ketimbang HSDPA. Kok bisa, ya? Mungkin jalur Pleki dinaikin sedikit penumpang, sedang yang 3.5 G penumpangnya berjubel, bergelayutan kayak metromini ...