xrdp (dan paket dependency default-nya vnc4server) sepertinya tidak stabil di (Ed)Ubuntu Precise 12.04.
Test yang stabil dengan Debian Testing (Linux Mint Debian Edition).
Diskusi di forum (lupa tempatnya) menyarankan menggunakan Vino sebagai pengganti vnc4server. Alternatif lain dengan tightvncserver.
Ngobrol lagi nanti, ya.
Sunday, 24 February 2013
Saturday, 16 February 2013
Prolog
Bayangkan kalau dalam satu SD, tiap orang tua murid dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan ikhlas iuran 125 ribu rupiah, maka sekolah tersebut akan segera mempunyai laboratorium komputer. Dan tiap pekan, setiap 1 orang siswa akan mempunyai waktu 2.5 jam pada jam sekolah untuk ada di depan komputer, mengksplorasi perangkat lunak yang mendukung sistem belajar dari Diknas.
Mimpi itu bisa dicapai dengan memanfaatkan teknologi terminal server, dimana 1 komputer utama dengan dengan spesifikasi baik melayani banyak terminal client yang untuk ukuran perusahaan sudah masuk masa afkir. Dengan cara itu pula, client akan bekerja dengan kecepatan server. Lebih dari itu, tiap guru dan siswa mempunyai ruang penyimpanan sendiri sehingga lab komputer ini tidak hanya berguna untuk keperluan praktek siswa, tapi juga untuk para guru bekerja. Baik di dalam dinding lab komputer atau dari ruang guru.
Artikel-artikel dibawah label ini ditulis bersama oleh seorang PNS yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan formal di bidang komputer dan seorang mahasiswa ilmu komputer semester 3. Laboratorium yang dibangun adalah RA Raushan Fikr di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Laboratorium ini juga merupakan pengembangan dari Laboratorium serupa di PAUD Umar bin Khattab, Kecamatan Blabak dengan komunitas KoLBI.
Mudah-mudahan artikel-artikel ini akan bermanfaat langsung untuk pengguna baru, meskipun mungkin terlalu bertele-tele untuk pengguna yang mahir.
Selamat berkarya, barakallahu fiikum!
Mimpi itu bisa dicapai dengan memanfaatkan teknologi terminal server, dimana 1 komputer utama dengan dengan spesifikasi baik melayani banyak terminal client yang untuk ukuran perusahaan sudah masuk masa afkir. Dengan cara itu pula, client akan bekerja dengan kecepatan server. Lebih dari itu, tiap guru dan siswa mempunyai ruang penyimpanan sendiri sehingga lab komputer ini tidak hanya berguna untuk keperluan praktek siswa, tapi juga untuk para guru bekerja. Baik di dalam dinding lab komputer atau dari ruang guru.
Artikel-artikel dibawah label ini ditulis bersama oleh seorang PNS yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan formal di bidang komputer dan seorang mahasiswa ilmu komputer semester 3. Laboratorium yang dibangun adalah RA Raushan Fikr di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Laboratorium ini juga merupakan pengembangan dari Laboratorium serupa di PAUD Umar bin Khattab, Kecamatan Blabak dengan komunitas KoLBI.
Mudah-mudahan artikel-artikel ini akan bermanfaat langsung untuk pengguna baru, meskipun mungkin terlalu bertele-tele untuk pengguna yang mahir.
Selamat berkarya, barakallahu fiikum!
Labels:
Lab komputer sekolah
Friday, 4 January 2013
Read-only file system
Normalnya, kalau kita login atau nyolokin USB flash disk atau MMC atau lainnya, ruang yang di-mount terbuka sebagai read-write
Tapi kadang bahkan untuk membuat file kosong di ruang yang seharusnya boleh ditulis tersebut, dijawab "Read-only filesystem"
Ini terjadi karena (struktur disk) ada yang error. Kalau error ada di filesystem root (/), maka Linux akan masuk ke rescue mode, dan kita perlu secara manual (agar lebih bertanggungjawab terhadap kemungkinan kerusakan akibat keputusan kita itu) mengetik:
Tapi kalau yang error partisi /home, perubahan ke read-only dimaksudkan agar kita sempat menyelamatkan data kita sebelum Hardisknya benar-benar rusak. Kalau yakin nggak rusak dan kita pengen melakukan proses diatas, kita perlu memaksa Linux masuk rescue mode, umount /home dan kerjakan perintah diatas untuk partisi /home.
Error seperti ini bisa terjadi karena tanggal komputer berubah-ubah, misalnya karena batre CMOS sudah tidak berfungsi normal lagi. "Ah, seperti Laptopku!"
Kalau yang bermasalah USBdisk, ya partisinya dipindah
Tapi kalau USB-nya murahan, diskon, tanpa garansi ya... jadikan hiasan dinding saja ... errornya akan selalu kembali dan kita capek ngurusin data.
Untuk lengkapnya, ada baiknya hardisk dicek dulu dengan smartmontools. Panduan praktisnya ada disini.
$ ls -l /media/disk
drwxr-xr-x somedirectoryname
-rwxr-xr-x somefilename
Tapi kadang bahkan untuk membuat file kosong di ruang yang seharusnya boleh ditulis tersebut, dijawab "Read-only filesystem"
$ touch testafile
Cannot write: Read-only filesystem
Ini terjadi karena (struktur disk) ada yang error. Kalau error ada di filesystem root (/), maka Linux akan masuk ke rescue mode, dan kita perlu secara manual (agar lebih bertanggungjawab terhadap kemungkinan kerusakan akibat keputusan kita itu) mengetik:
# e2fsck /dev/sda1
Tapi kalau yang error partisi /home, perubahan ke read-only dimaksudkan agar kita sempat menyelamatkan data kita sebelum Hardisknya benar-benar rusak. Kalau yakin nggak rusak dan kita pengen melakukan proses diatas, kita perlu memaksa Linux masuk rescue mode, umount /home dan kerjakan perintah diatas untuk partisi /home.
# umount /home
# e2fsck /dev/sda2
Error seperti ini bisa terjadi karena tanggal komputer berubah-ubah, misalnya karena batre CMOS sudah tidak berfungsi normal lagi. "Ah, seperti Laptopku!"
Kalau yang bermasalah USBdisk, ya partisinya dipindah
$ sudo e2fsck /dev/sdb1
Tapi kalau USB-nya murahan, diskon, tanpa garansi ya... jadikan hiasan dinding saja ... errornya akan selalu kembali dan kita capek ngurusin data.
Untuk lengkapnya, ada baiknya hardisk dicek dulu dengan smartmontools. Panduan praktisnya ada disini.
Wednesday, 29 August 2012
Best lightweight browser
![]() |
| Links2 text based browser running on graphic mode |
Bagaimana menyiasati internet lambat tapi tetap bisa menikmati informasi lewat browser? Ya dengan browser yang hanya mengambil bagian terbesar informasi yang kata Alquran dalam bentuk tertulis (teks). Di dunia Linux, ini teknologi lama yang terus dijaga dan dikembangkan. Diantara browser yang didesain untuk keperluan ini adalah elinks, links2, lynx, netrik, w3m, wikipedia2text (dengan kerjasama dengan salah satu text browser sebelumnya), dan ... (nggak perlu diceritakan lagi, yaitu) (x)emacs.
elinks, links2, lynx, netrik, w3m hampir sama. Mereka adalah platform yang sempurna untuk text browsing termasuk untuk digunakan bersama wikipedia2text. w3m mempunyai fitur table/frame sehingga webpage nyaris mirip aslinya kecuali semuanya berupa teks. netrik mempunyai rencana fitur lebih banyak lagi.
Sedikit lebih boros dan keluar dari terminal adalah links2. Links2 mempunyai versi grafis yang mampu menampilkan gambar jpeg. Untuk membaca gmail yang kaya Javascript, kita bisa masuk ke modul html-nya gmail. Maka sebagian buesar informasi di email akan terbaca.
Kalau tidak bisa hidup melulu dengan teks, uzbl dan dillo benar-benar hidup diluar terminal. Berbeda dengan browser biasa, keduanya ringan karena cita-citanya memang hanya mengambil informasi dasar sebuah web page.
Diantara browser modern, Midori cukup cepat, tapi dengan kemampuan java script, cookies, flash, dll ya ... sudah keluar dari konsep awal untuk hanya mendownload informasi utama yang berupa teks, kalau nambah ya sedikit style seperti tabel atau frame..
Labels:
Linux hardware,
Scientific software,
Software Linux
Sunday, 29 July 2012
perbandingan 2 modem evdo SkyBee (flexi) & AirFlash (esia)
Dapet pinjeman modem SkyBee CDMA 1x EVDO (Flexi Bingo) dengan AHAmyTV (Esia Max-D), jadi nyempetin bikin perbandingan menggunakan simcard esia max-d (3.1 MB).
Keliatan bahwa modem SkyBee bekas hanya nembus kecepatan CDMA 1x normal, sama seperti menggunakan HP Nokia 2228 jadul.
Jadi pengen ngetes make wajanbolic.
Keliatan bahwa modem SkyBee bekas hanya nembus kecepatan CDMA 1x normal, sama seperti menggunakan HP Nokia 2228 jadul.
Jadi pengen ngetes make wajanbolic.
enviromatics@swampthink ~ $ !340
wget -O /dev/null - http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
--2012-07-29 10:29:33-- http://-/
Resolving - (-)... failed: Name or service not known.
wget: unable to resolve host address `-'
--2012-07-29 10:29:33-- http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
Resolving cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)... 205.234.175.175
Connecting to cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)|205.234.175.175|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 104857600 (100M) [application/octet-stream]
Saving to: `/dev/null'
0% [ ] 891,395 14.9K/s eta 1h 59m
^C
wget -O /dev/null - http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
--2012-07-29 10:29:33-- http://-/
Resolving - (-)... failed: Name or service not known.
wget: unable to resolve host address `-'
--2012-07-29 10:29:33-- http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
Resolving cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)... 205.234.175.175
Connecting to cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)|205.234.175.175|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 104857600 (100M) [application/octet-stream]
Saving to: `/dev/null'
0% [ ] 891,395 14.9K/s eta 1h 59m
^C
enviromatics@swampthink ~ $ wget -O /dev/null - http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
--2012-07-29 10:33:02-- http://-/
Resolving - (-)... failed: Name or service not known.
wget: unable to resolve host address `-'
--2012-07-29 10:33:02-- http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
Resolving cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)... 205.234.175.175
Connecting to cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)|205.234.175.175|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 104857600 (100M) [application/octet-stream]
Saving to: `/dev/null'
1% [> ] 1,359,995 96.6K/s eta 17m 21s
^C
--2012-07-29 10:33:02-- http://-/
Resolving - (-)... failed: Name or service not known.
wget: unable to resolve host address `-'
--2012-07-29 10:33:02-- http://cachefly.cachefly.net/100mb.test
Resolving cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)... 205.234.175.175
Connecting to cachefly.cachefly.net (cachefly.cachefly.net)|205.234.175.175|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 104857600 (100M) [application/octet-stream]
Saving to: `/dev/null'
1% [> ] 1,359,995 96.6K/s eta 17m 21s
^C
enviromatics@swampthink ~ $
Labels:
Linux hardware
Tuesday, 17 July 2012
AHAmytv (AirFlash AH007)
Hampir semua modem sekarang punya chip yang cukup buat nyimpen driver. Buat pabrik, ini ngirit karena nggak perlu nyetak CD untuk driver. Permasalahannya, oleh OS (apa saja), modem model begini dikenali sebagai USB storage. Hanya setelah 'driver'nya dipasang, maka OS akan membuka USB sebagai modem. Ini prinsip yang diceritain sama pengarangnya usb-modeswitch.
Dari keterangan di forum Ubuntu-id, ada cara lain yang lebih sederhana. Intinya, modemnya di unmount dengan perintah eject lalu dipanggil kembali dengan perintah wvdial.
$ sudo eject /dev/sr1
$ sudo wvdial
Berikut ini keterangan detilnya.
(Catatan: Keterangan di forum tersebut menggunakan Ubuntu Lucid, sedang eksperimen saya menggunakan Debian Squeeze (stable) dan Linux Mint LMDE (unstable), jadi lebih baru kernelnya. Akibatnya, step 3 di reference no. 2 (modprobe) tidak perlu.)
$ lsusb
Bus 006 Device 011: ID 05c6:1000 Qualcomm, Inc. Mass Storage Device
$ dmesg | tail
[ 5582.506293] scsi12 : usb-storage 6-1:1.0
[ 5583.508767] scsi 12:0:0:0: CD-ROM OEM AF-AirFlash 2.31 PQ: 0 ANSI: 0
[ 5583.515739] sr0: scsi3-mmc drive: 0x/0x caddy
[ 5583.516099] sr 12:0:0:0: Attached scsi CD-ROM sr0
$ sudo eject /dev/sr0
(lampu hijaunya ngedip)
$ lsusb
Bus 006 Device 012: ID 05c6:6000 Qualcomm, Inc. Siemens SG75
$ sudo wvdialconf
Found a modem on /dev/ttyUSB0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyUSB0<Info>: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
ttyUSB1<Info>: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
$ sudo nano /etc/wvdial.conf
edit login dan password
$ sudo wvdial
--> Using interface ppp0
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> local IP address 10.70.76.207
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> remote IP address 172.19.129.96
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> primary DNS address 10.8.15.15
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
--> secondary DNS address 10.8.17.4
--> pppd: `H[17][08]HL[17][08]
Labels:
Driver Linux,
Linux hardware
Segmentation fault berulang-ulang
Tanya:
Om, iki kiro2 keno opo ya om..?? software-e dadi rusak...IT-ku juga bingung... durung tau ngene soale...
pliisss....
aq sih mau dkirimi iki sekadar laporanku tok, tapi aq jg ra ngerti iki knp, dadi aku takon om wae..hhehe...
Jawab
Ketoke hardwaremu 'malih'.Ubuntu yen kakehan diutak-atik kadang dadi ra stabil. Soale pancen asale saka branch Debian Testing + Unstable. Nggo logika kuwi, LinuxMint ning laptop uga padha. Aku nganggo LMDE (Debian Testing). Kadang di
$ apt-get update && apt-get dist-upgradeisa normal maneh.
Ning yen pengen stabil, bar install aja kakehan diutak atik. Aplikasi anyar dipasang ning "/opt" wae. Yen ning kantor, aku nganggo Debian stable. Aplikasine sering 'telat', ning ora pegel ngurusi komputer crash.
Yen arep install ulang (resolusi paling gampang, timbang debugging), jo lali backup "/home" karo "/etc".
Labels:
Linux hardware
Subscribe to:
Comments (Atom)

Paket AHAmyTV 